Thursday, May 3, 2012
Cara Menggunakan Transmisi Matik yang Aman
Selama ini kecelakaan mobil terjun dari gedung bertransmisi automatic, apakah ini pertanda bahwa pemahaman cara mengemudikan transmisi automatic untuk orang Indonesia masih belum matang? mungkin hal itu bisa dibilang benar karena seluruh kecelakaan terjunnya mobil dari gedung memakai transmisi automatic semua. Memang cara mengendarai transmisi automatic berbeda tetapi perbedaannya tidak begitu jauh. Ada beberapa cara agar anda bisa memahami bagaimana cara mengemudikan transmisi automatic sehingga anda bisa terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan tersebut:
- Bila anda sudah ingin start dengan transmisi matic anda pertama-tama injak pedal rem dan kemudian geser tuas transmisi menuju R atau D (sesuai kebutuhan anda).
- Setelah digeser lepas pedal rem yang anda injak dibarengi dengan menonaktifkan parking brake.
- Setelah melepas rem dan menonaktifkan parking brake injak pedal gas secara perlahan, jangan menginjak pedal gas secara mendadak atau terlalu dalam karena dapat mempengaruhi konsumsi BBM dan dapat membuat mobil “loncat”.
- Bila anda terjebak macet dan anda harus berhenti usahakan untuk menggeser tuas transmisi ke N karena bila tidak digeser dapat membuat kopling transmisi automatic menjadi cepat habis.
- Bila melewati jalanan menanjak yang terjal geser tuas transmisi dari D ke L/1 karena posisi ini merupakan posisi dimana letak gear berada di tempat paling ringan sehingga mudah untuk melewati tanjakan. Tetapi apabila tanjakan yang tidak terlalu terjal bisa di letakkan di 2/L2/D2
- Bila sudah memarkirkan kendaraan geser tuas dari D ke P karena biasanya anak kunci tidak akan bisa dilepaskan.Bagi temen” yang merasa mobil maticnya kurang spontan tenaganya, boleh nih liat artikel yang ada di link dibawah ini. Dijamin, bisa ngacir kaya mobil manual………..
cara kerja starter
Cara kerja starter clutch
Seperti ditunjukkan pada gambar bahwa mekanisme clutch roller adalah jenis outer roller. Bila starter bekerja, roller-roller akan meluncur ke dalam outer alat mengunci bagian outer dan inner bersama-sama dan memindahkan momen puntir (torsi) dari outer (clutch gear) ke inner (spline tube).
Sebaliknya, apabila motor mulai hidup dan ring gear mulai memutar pinion, bagian inner yang berhubungan dengan pinion shaft dan screw spline akan berputar lebih cepat dibanding bagian luar (outer). Kemudian roller-roller akan menekan pegas – pegas (springs) dan kembali ke posisi semula.
Akibatnya inner akan bebas dari outer sehingga dapat mencegah anker berputar berlebihan (over running).
3. Saklar magnet
Saklar magnet terdiri dari rumah, tutup selenoid, pull in coil untuk menarik plunger dan hold in coil untuk menahan plunger. Plunger dipakai untuk mendorong pinion keluar dari main kontak untuk mensuplai daya dari baterai ke motor.
Selanjutnya terminal utama akan tertutup oleh gerakan plunger , tapi pada waktu yang bersamaan plunger menekan pegas (spring 1). Kontak plate dan plunger merupakan satu kesatuan. Jadi apabila starter switch pada posisi ON, plunger tertarik ke dalam dan plunger shaft mendorong clutch pinion shaft keluar.
Fungsinya sama seperti drive spring yang sudah diuraikan pada bagian yang menguraikan clutch. Apabila pinion melanggar ring gear, plunger akan menekan spring 2, menutup terminal utama. Dengan tertutup terminal utama, akibatnya anker berputar dan selanjutnya pinion akan berkaitan dengan ring gear secara sempurna.
Sumber: http://id.shvoong.com/products/auto/2158988-cara-kerja-starter-clutch/#ixzz1trb4htIy
Seperti ditunjukkan pada gambar bahwa mekanisme clutch roller adalah jenis outer roller. Bila starter bekerja, roller-roller akan meluncur ke dalam outer alat mengunci bagian outer dan inner bersama-sama dan memindahkan momen puntir (torsi) dari outer (clutch gear) ke inner (spline tube).
Sebaliknya, apabila motor mulai hidup dan ring gear mulai memutar pinion, bagian inner yang berhubungan dengan pinion shaft dan screw spline akan berputar lebih cepat dibanding bagian luar (outer). Kemudian roller-roller akan menekan pegas – pegas (springs) dan kembali ke posisi semula.
Akibatnya inner akan bebas dari outer sehingga dapat mencegah anker berputar berlebihan (over running).
3. Saklar magnet
Saklar magnet terdiri dari rumah, tutup selenoid, pull in coil untuk menarik plunger dan hold in coil untuk menahan plunger. Plunger dipakai untuk mendorong pinion keluar dari main kontak untuk mensuplai daya dari baterai ke motor.
Selanjutnya terminal utama akan tertutup oleh gerakan plunger , tapi pada waktu yang bersamaan plunger menekan pegas (spring 1). Kontak plate dan plunger merupakan satu kesatuan. Jadi apabila starter switch pada posisi ON, plunger tertarik ke dalam dan plunger shaft mendorong clutch pinion shaft keluar.
Fungsinya sama seperti drive spring yang sudah diuraikan pada bagian yang menguraikan clutch. Apabila pinion melanggar ring gear, plunger akan menekan spring 2, menutup terminal utama. Dengan tertutup terminal utama, akibatnya anker berputar dan selanjutnya pinion akan berkaitan dengan ring gear secara sempurna.
Sumber: http://id.shvoong.com/products/auto/2158988-cara-kerja-starter-clutch/#ixzz1trb4htIy
Tuesday, May 1, 2012
Mobil tidak mau starter ???
Mobil ga bisa Starter Disini solusinya
Mobil tidak mau starter ???jangan ke bengkel sebelum baca artikel ini……………………….
Gambar di copy dari http://www.dansmc.com/motoguzzi_starter1.jpg
Bagian starter yang penting antara lain :
1. Switch Starter (solenoid switch)
3. Bendix starter 5. Arang Starter (Carbon Brush)
Apa yang harus anda lakukan ?
yang harus anda lakukan adalah mempelajari
gejala2 yang timbul saat starter tidak mau bekerja, dari gejala2 tersebut dapat
di tebak kemungkinan sumber kerusakan.
Gejala2 gejala yang sering muncul pada saat
kita start antara lain :
- Lampu indikator battery dan Oli pada dashboard
tidak menyala sama sekali. 75% fusiblelink (kabel lemas kecil dengan soket
putih dekat dengan terminal aki +) kotor atau putus. kemungkinan lain adalah
kepala aki kotor dan atau aki anda terkuras total setrumnya (jarang sekali). - Lampu indikator battery dan oli pada
dashboard (warna merah) nyala namun meredup ketika di starter, 90% aki anda rusak atau
kurang setrum. - Tedengar suara “gemeretek “
berulang ulang 75% aki anda rusak atau kurang setrum. 20% kepala aki kotor
atau kabel ground anda sudah korosi. - Terdengar suara mesin berputar tetapi
lemah seperti “ngeek..ngek…ngek….”. 75% bushing starter aus
sehingga anker starter sudah tidak dapat berputar pada sumbunya maka
perputarannya menjadi sangat berat. 10% ada kemungkinan mesin anda
terlalu berat untuk diputar, misalnya terjadi kerusakan pada crank saft,
sistem timing dll. - Terdengar suara “cek..” satu
kali saja setiap kali memutar kunci kontak…50% switch starter atau yang
disebut solenoid switch(pada
gambar no.6) sudah tidak berfungsi dengan baik. 40% kunci kontak
anda kotor atau sudah aus. untuk mobil yang menggunakan relay starter 40%
itu ada pada kerusakan relay. - Starter terkadang dimulai dengan suara
berat lalu enteng dan mesin hidup. Biasanya hal ini terjadi karena kesalahan
penyetelan Fur dan Na..delco. - Pagi hari tidak dapat starter, pada
siang hari starter lancar. 80% aki sudah soak tidak dapat menyimpan setrum
untuk waktu yang lama. - Saat pagi mudah starter, jika sudah
dipakai agak lama (panas) susah starter. 80% switch starter / solenoid switch
(pada gambar no.6)
anda rusak. - Saat distarter tidak ada reaksi sama
sekali, tidak ada bunyi. 50% gulungan starter anda Hangus atau terbakar /korslet.
45% Relay starter atau kunci kontak anda bermasalah. - Saat distarter terdengar suara dinamo
starter mutar mendesing kencang “ssing…” 80% bendix starter
(no 25 pada gambar)
anda
Dull/dol. - Terkadang bisa starter terkadang tidak,
baik dalam keadaan panas maupun dingin, pagi atau malam. 75% Carbon Brush
starter anda sudah pendek.
agar lebih detail mengetahui penyakit mobil anda, yang harus dilakukan adalah :
- Lakukan pengecekan Voltase battery
anda, Battery yang bagus biasanya voltasenya tidak dibawah 12.4V, jika
dibawah itu mungkin bisa saja starter namun tidak untuk starter panjang dan
berulang ulang. - Jika analisa dari gejala gejala yang
timbul diatas menjadikan starter sebagai tersangka utama maka lakukan
pengetesan starter secara langsung. Dengan cara menggabungkan sumber setrum
pada switch starter(pada gambar
no.8) biasanya baut 12 dengan
kabel tembaga yang besar dengan terminal kunci kontak
(no. 9 pada gambar) yang terletak
di switch starter juga (disamping kiri yang terdapat satu kabel terpasang
padanya. Cabut kabel tersebut maka akan terlihat sebuah terminal kecil). “SEBELUM
MELAKUKAN HAL INI PASTIKAN POSISI GIGI TRANSMISI PADA POSISI NETRAL” Gabungkan
no 8 dan no 9 dengan kabel atau obeng logam. Pada kondisi normal maka
starter akan memutar mesin. Jika iya berarti kunci kontak anda atau relay
anda bermasalah. Jika tidak coba lakukan pengetesan no 3. - Jika cara diatas belum dapat
mempersempit permasalahan lakukan penggabungan terminal no 8 pada gambar
dengan terminal no 7 pada gambar yaitu berupa dua terminal baut 12 yang
terdapat pada switch starter. Pada kondisi normal seharusnya Starter akan
memutar dengan kencang tanpa memutar mesin. (karena gigi bendix tidak
didorong oleh switch starter jadi tidak memutar flw wheel). jika tidak maka
permasalahan kemungkinan besar terdapat pada dinamo starter anda, bisa
karena gulungan yang terbakar atau brush starter yang habis. bisa pula
karena kabel penyampai strum anda dari aki ke starter (ke terminal no 8 pada
gambar ) tidak terhubung secara benar.
Cara Kerja Tranmisi Mobil Automatic
7 Votes
1. Mobil matic gak bisa didodorong jika mogok.
Mobil apapun jika sudah mogok/mesin tidak bisa hidup sudah pasti tidak bisa didorong untuk menghidupkan mesin. Jika mobil matic mogok, masih bisa didorong ke tempat yg lebih aman dengan posisi tuas di N. Memang benar mobil matic tidak bisa dihidupkan dengan cara mendorong seperti halnya mobil manual, untuk menghidupkan mobil matic sepenuhnya tergantung pada dinamo starter dan aki, selama kedua benda ini tidak bermasalah, mobil maticpun bebas masalah.
2. Mobil Matic gak bisa diajak ngebut/susah nyalip (Siapa Bilang??)
Jika dipahami secara betul, mobil matic tidak kalah responsifnya dengan manual, karena transmisinya sudah dilengkapi dengan kick down, yang jika ditekan dalam-2 secara auto transmisi akan berpindah ke posisi terendah dan langsung melejit sesuai yang dibutuhkan. Terlebih apabila ingin santai dan irit BBM bisa memanfaatkan OD (Over drive/jika ada). Dalam ajang DragRace sampai NASCAR sekalipun banyak mengakomodir Transmisi matic, tentunya jenis & tipe maticnya berbeda akan tetapi basicnya tetap matic.
3. Mobil Matic mahal perawatan.
Jika pemakaian secara wajar mobil matic justru lebih murah dan efisien karena plat koplingnya dapat bertahan cukup lama bisa 5 – 10 tahun, oli transmisinyapun untuk penggantian bisa mencapai 20.000 – 40.000 km dan harga perliternya antara Rp.12.500 – 150.000 rb/liter cukup 5-7lt. Harga oli dan jumlah lt yang dibutuhkan tergantung dari tipe mesin/maticnya.
4. Bengkel Matic Susah.
Sampai detik ini bengkel matic sudah cukup banyak, dan hampir seluruh bengkel besar bisa menangani masalah matic.
5. Harga jual yang turun/lebih murah dari manual.
Itu Dulu…Saat ini seiring perkembangan teknologi dan pandangan orang, mobil matic justru lebih mahal baik baru maupun bekasnya, selisihnya 10 jt untuk mobil baru dan 5 jt untuk yang bekas lebih mahal dari manual.
Disamping point diatas, mobil matic juga punya segudang keuntungan lain yang tidak dimiliki oleh mobil manual :
1. Praktis dan tidak capek buat ngatasin jalan krodit and super macet kayak Jakarta.
2. Jika handbreak problem, tidak perlu khawatir saat menghadapi tanjakan securam apapun karena saat tuas di posisi D, mobil tidak akan melorot turun, cukup satu kaki saja di pedal rem.
3. Bisa diaplikasi dengan stater remote. Saat minum kopi or sarapan pagi, mobil bisa sambil dipanasin, tanpa perlu khawatir nabrak tembok or garasi.
4. Sedikit lebih aman dari pencurian, karena transmisi matic dapat bergerak jika sudah berintegrasi dengan stater dan electronic unit yang lain, jadi cukup makan waktu buat sipencuri, biasanya pencuri rada males karena smua pencuri punya standart waktu tercepat buat mengambil jarahannya.
5. Aman dari anak-anak, karena tuas pada posisi P mobil tidak akan bergerak sama sekali, walaupun handbreak tidak aktif. Tuas cukup kuat dari sekedar jangkauan tangan seorang anak, jika kebetulan anak-2 sedang bermain saat mobil dalam keadaan hidup.
6. Mudah dioperasikan, semudah main bom-bom car, meminimalis konsentrasi.
7. Semua negara-2 maju prosentasi pemakaian mobil matic jauh lebih banyak dibanding manual.
Atas dasar pertimbangan ini, mengapa harus ragu or trauma dengan yang namanya Matic????
Begini blok diagramnya:
Poros Engkol >> Torque Converter >> Planetary Gear >> [Differential >> Drive Shaft >> Roda]
pada penggerak roda belakang, bagian didalam kurung kotak diganti [As Kopel>> Gardan/Differential>>Roda]
1. Torque converter menggantikan kopling mekanikal pada transmisi manual. Lewat torque converter ini torsi disalurkan dengan mekanisme
Karena banyaknya anggapan yang salah terhadap perlakukan
mobil matic dan bikin trauma or ragu-ragu buat yang baru mau mencoba/merasakan
ataupun yang ingin membeli mobil matic ditambah seringnya terjadi kecelakaan
mobil terjun bebas dari parkiran yang secara kebetulan bertransmisi matic. Ada
baiknya coba pahami beberapa kesalahan presepsi tentang mobil matic.
Selanjutnya terserah anda :
1. Mobil matic gak bisa didodorong
jika mogok.
Mobil apapun jika sudah mogok/mesin
tidak bisa hidup sudah pasti tidak bisa didorong untuk menghidupkan mesin. Jika
mobil matic mogok, masih bisa didorong ke tempat yg lebih aman dengan posisi
tuas di N. Memang benar mobil matic tidak bisa dihidupkan dengan cara mendorong
seperti halnya mobil manual, untuk menghidupkan mobil matic sepenuhnya
tergantung pada dinamo starter dan aki, selama kedua benda ini tidak
bermasalah, mobil maticpun bebas masalah.
2. Mobil Matic gak bisa diajak
ngebut/susah nyalip (Siapa Bilang??)
Jika dipahami secara betul, mobil
matic tidak kalah responsifnya dengan manual, karena transmisinya sudah
dilengkapi dengan kick down, yang jika ditekan dalam-2 secara auto transmisi
akan berpindah ke posisi terendah dan langsung melejit sesuai yang dibutuhkan.
Terlebih apabila ingin santai dan irit BBM bisa memanfaatkan OD (Over
drive/jika ada). Dalam ajang DragRace sampai NASCAR sekalipun banyak
mengakomodir Transmisi matic, tentunya jenis & tipe maticnya berbeda akan
tetapi basicnya tetap matic.
3. Mobil Matic mahal perawatan.
Jika pemakaian secara wajar mobil
matic justru lebih murah dan efisien karena plat koplingnya dapat bertahan
cukup lama bisa 5 – 10 tahun, oli transmisinyapun untuk penggantian bisa
mencapai 20.000 – 40.000 km dan harga perliternya antara Rp.12.500 – 150.000 rb/liter
cukup 5-7lt. Harga oli dan jumlah lt yang dibutuhkan tergantung dari tipe
mesin/maticnya.
4. Bengkel Matic Susah.
Sampai detik ini bengkel matic sudah
cukup banyak, dan hampir seluruh bengkel besar bisa menangani masalah matic.
5. Harga jual yang turun/lebih murah
dari manual.
Itu Dulu…Saat ini seiring
perkembangan teknologi dan pandangan orang, mobil matic justru lebih mahal baik
baru maupun bekasnya, selisihnya 10 jt untuk mobil baru dan 5 jt untuk yang
bekas lebih mahal dari manual.
Disamping point diatas, mobil matic
juga punya segudang keuntungan lain yang tidak dimiliki oleh mobil manual :
1. Praktis dan tidak capek buat
ngatasin jalan krodit and super macet kayak Jakarta.
2. Jika handbreak problem, tidak perlu khawatir saat menghadapi tanjakan securam apapun karena saat tuas di posisi D, mobil tidak akan melorot turun, cukup satu kaki saja di pedal rem.
3. Bisa diaplikasi dengan stater remote. Saat minum kopi or sarapan pagi, mobil bisa sambil dipanasin, tanpa perlu khawatir nabrak tembok or garasi.
4. Sedikit lebih aman dari pencurian, karena transmisi matic dapat bergerak jika sudah berintegrasi dengan stater dan electronic unit yang lain, jadi cukup makan waktu buat sipencuri, biasanya pencuri rada males karena smua pencuri punya standart waktu tercepat buat mengambil jarahannya.
5. Aman dari anak-anak, karena tuas pada posisi P mobil tidak akan bergerak sama sekali, walaupun handbreak tidak aktif. Tuas cukup kuat dari sekedar jangkauan tangan seorang anak, jika kebetulan anak-2 sedang bermain saat mobil dalam keadaan hidup.
6. Mudah dioperasikan, semudah main bom-bom car, meminimalis konsentrasi.
7. Semua negara-2 maju prosentasi pemakaian mobil matic jauh lebih banyak dibanding manual.
2. Jika handbreak problem, tidak perlu khawatir saat menghadapi tanjakan securam apapun karena saat tuas di posisi D, mobil tidak akan melorot turun, cukup satu kaki saja di pedal rem.
3. Bisa diaplikasi dengan stater remote. Saat minum kopi or sarapan pagi, mobil bisa sambil dipanasin, tanpa perlu khawatir nabrak tembok or garasi.
4. Sedikit lebih aman dari pencurian, karena transmisi matic dapat bergerak jika sudah berintegrasi dengan stater dan electronic unit yang lain, jadi cukup makan waktu buat sipencuri, biasanya pencuri rada males karena smua pencuri punya standart waktu tercepat buat mengambil jarahannya.
5. Aman dari anak-anak, karena tuas pada posisi P mobil tidak akan bergerak sama sekali, walaupun handbreak tidak aktif. Tuas cukup kuat dari sekedar jangkauan tangan seorang anak, jika kebetulan anak-2 sedang bermain saat mobil dalam keadaan hidup.
6. Mudah dioperasikan, semudah main bom-bom car, meminimalis konsentrasi.
7. Semua negara-2 maju prosentasi pemakaian mobil matic jauh lebih banyak dibanding manual.
Atas dasar pertimbangan ini, mengapa
harus ragu or trauma dengan yang namanya Matic????

Begini blok diagramnya:
Poros Engkol >> Torque Converter >> Planetary Gear >> [Differential >> Drive Shaft >> Roda]
pada penggerak roda belakang, bagian didalam kurung kotak diganti [As Kopel>> Gardan/Differential>>Roda]
Poros Engkol >> Torque Converter >> Planetary Gear >> [Differential >> Drive Shaft >> Roda]
pada penggerak roda belakang, bagian didalam kurung kotak diganti [As Kopel>> Gardan/Differential>>Roda]
1. Torque converter menggantikan
kopling mekanikal pada transmisi manual. Lewat torque converter ini torsi
disalurkan dengan mekanisme pompa dan turbin. Didalam torque converter terdapat
3buah baling2. Yang pertama bekerja sebagai pompa yang dikopel langsung dengan
mesin. Yang kedua “turbin” dikopel langsung dengan planetray gear. Dan yang
terakhir adalah stator. Cara kerjanya, baling-baling yang terkopel pada mesin
berputar untuk memompakan Oli transmisi didalam sebuah ruang tertutup. Lalu
tekanan oli tersebut mendorong turbin layaknya air bertekanan yang menggerakkan
pembangkit listrik tenaga air. Konsep sederhananya, anda menyalakan sebuah
kipas angin lalu tepat didepannya anda letakkan kipas angin yang lain dalam
keadaan mati. Maka kipas angin yang mati tadi akan berputar seiring
meningkatnya tekanan udara dari kipas angin yang menyala. Dari sistem tersebut,
didapatkan peningkatan torsi pada turbin saat RPM pada mesin meningkat. Karena
itulah perlengkapan ini disebut torque converter. Karena dia merubah putaran
tinggi pada mesin menjadi torsi saat dibutuhkan. Namun alat ini jugalah yang
menyebabkan konsumsi bahan bakar pada mobil matik meningkat. Karena pompa dan
turbin tidak akan pernah berputar 1:1 saat berbeban. Oleh karena itu, pada
pengembangannya di aplikasikan perangkat “lock up” yang akan mengunci pompa dan
turbin secara mekanis untuk mendapatkan efisiensi saat RPM tinggi dan
overdrive. Lalu fungsi stator? Nah stator adalah pengembangan sistem dua
baling-baling menjadi 3 baling baling. Dimana baling diantara pompa dan turbin
tidak bergerak. Oleh karena itu dinamakan stator (statis:diam) dan fungsinya
adalah mengoptimalkan arah tekanan oli untuk menggerakkan turbin.
2. Planetary Gear. Komponen ini
menggantikan gigi-gigi rasio pada transmisi manual untuk merubah rasio putaran
turbin terhadap roda. Fungsi utamanya sebetulnya tidaklah berbeda dengan fungsi
transmisi manual yang biasa anda ganti-ganti dengan tuas persneling saat
menjalankan mobil. Namun desain fisiknya yang berbeda cukup jauh. Pada
planetary gear tidak ada dua barisan roda gigi yang saling berhubungan dengan
rasio berbeda-beda. Tetapi sebuah roda gigi yang dikelilingi banyak roda gigi
kecil dan ruman planetary yang memiliki gigi dibagian dalamnya. Untuk lebih
jelas, carilah gambarnya di search engine. Karena cukup sulit menggambarkannya
hanya dengan tulisan. Nah, disinilah Valve body bekerja. Valve body mengatur
jalannya oli untuk merubah rasio planetary gear secara hidraulis.
Itulah cara kerja tranmisi yang
banyak digunakan pada mobil2 yang bersliweran saat ini. Torque converter
menyebabkan mobil serasa berjalan dengan kopling yang selip. Dan planetary gear
menyebabkan mobil seperti memindahkan giginya secara otomatis.
Untuk transmisi CVT
kehadiran planetary gear digantikan dengan sabuk dan pulley yang diameter drivingnya dapat berubah-ubah sehingga rasio putaran dari dua buah pulley tersebut juga berubah-ubah. Dari sistem CVT yang diaplikasikan pada transmisi tersebut, didapatkan perpindahan percepatan (rasio) yang sangat halus. Seperti yang anda rasakan pada motor matic dengan CVT. Namun perubahan rasio CVT pada mobil tidaklah dilakukan secara mekanikal layaknya sepeda motor. Namun hal itu dilakukan secara elektro hidrolis yang diatur oleh ECU mobil. Sehingga perubahan rasio akan berubah sesuai dengan beban mobil, injakan pedal gas, putaran mesin dan lain sebagainya untuk mendapatkan tenaga yang optimal dan efisiensi bahan bakar yang tinggi.
kehadiran planetary gear digantikan dengan sabuk dan pulley yang diameter drivingnya dapat berubah-ubah sehingga rasio putaran dari dua buah pulley tersebut juga berubah-ubah. Dari sistem CVT yang diaplikasikan pada transmisi tersebut, didapatkan perpindahan percepatan (rasio) yang sangat halus. Seperti yang anda rasakan pada motor matic dengan CVT. Namun perubahan rasio CVT pada mobil tidaklah dilakukan secara mekanikal layaknya sepeda motor. Namun hal itu dilakukan secara elektro hidrolis yang diatur oleh ECU mobil. Sehingga perubahan rasio akan berubah sesuai dengan beban mobil, injakan pedal gas, putaran mesin dan lain sebagainya untuk mendapatkan tenaga yang optimal dan efisiensi bahan bakar yang tinggi.
Itulah garis besar prinsip kerja
dari sistem transmisi otomatis.
Tambahan: untuk lebih mengenal
karakteristik transmisi matik, berikut perilaku transmisi matik untuk setiap
posisi tuasnya.
P: transmisi akan mengunci komponen
yang terkopel langsung dengan roda. Hal ini memberikan efek seperti rem tangan,
tetapi jangan hanya mengandalkan posisi ini untuk parkir dengan beban yang
cukup berat. ex: tanjakan.
R: saya rasa semua sudah tau posisi
ini. Gunakan posisi ini untuk berjalan kearah belakang(mundur).
N: di posisi ini, seluruh hubungan
antara roda dan mesin dilepaskan. Dan tidak ada mekanisme pengunci roda layaknya
posisi P. catatan: sangat disarankan untuk menggunakan posisi N dan aktifkan
rem daripada P jika anda tidak bermaksud berhenti untuk meninggalkan mobil.
D: gunakan posisi ini untuk
menggunakan seluruh rasio dalam transmisi anda selama perjalanan. dibeberapa
mobil juga terdapat tatanan D4, D3, L2, L1. Untuk merk toyota biasanya terdapat
D,2,1 dengan tombol overdrive off pada tuasnya.
D3 atau O/D off: posisi ini akan membatasi
perpindahan rasio hingga tingkat ke 3. Pada beberapa mobil toyota dengan tombol
O/D off, tombol ini menonaktifkan gigi4 dan menahan transmisi pada rasio
tingkat3. Gunakan posisi ini untuk melasumber dari http://miimh.blogspot.com/2012/01/cara-kerja-mesin-mobil-otomatis-metik.html
Subscribe to:
Posts (Atom)
